Laman

Sabtu, 14 Juli 2012

Jalan-jalan ke Vietnam | Saigon... Saigon... Exploring Ho Chi Minh City (Part 3 - First Night at Saigon)

Selesai sudah proses check in hotel. 
Karena badan sudah terasa lelah dan lengket, kami pun segera menuju kamar untuk beres-beres dan membersihkan diri.

Berhubung gak mau membuang waktu, kami pun memanfaatkan malam pertama di sekitar hotel. Nah Jennifer sih menyarankan kami untuk jalan-jalan ke Ben Thanh Night Market. Jaraknya sangat dekat dari hotel, kurang lebih hanya 1 blok dari hotel kami. Gak sampai 3 menit jalan kaki kita sudah tiba di tempat tujuan. Jennifer bilang belanja lah di sana, harganya murah-murah. Banyak juga yang jual makanan di sana, barangkali mau mencoba makanan Vietnam di sana. Okay mari kita mencoba melihat-lihat ada apa di sana? Sekedar pengen tahu aja sih, apa yang mereka jual dan gak pengen belanja-belanja juga.

Ben Thanh Night Market
Ben Thanh Night Market mulai beroperasi pukul 18.00 - 24.00. Berupa lapak-lapak pedagang pakaian, tas, souvenir, lukisan, makanan, scarf, dan beragam jenis kerajinan tangan khas Vietnam. Lokasi pasar malam ini ada di sisi luar sekeliling Ben Thanh Market. Jadi kalau siang mereka berjualan di dalam pasar, namun malam harinya mereka berjualan di sepanjang jalan di sekeliling pasar.

Barang-barang yang dijual di sini kualitasnya beragam. Tapi ya masih standar pasar lah. Nah kalau belanja ke sini jangan lupa "tawar sampai 70% dari harga penawaran". Para pedagang seringkali memasang harga tinggi kepada para turis asing, dan terkadang tidak masuk akal dengan kualitasnya. Nah supaya tidak dibohongi, tawar mati-matian deh.



Kalau belanja di pasar malam ini jangan kaget ya. Ketika berjalan lalu lalang di sepanjang lapak-lapak yang berderet, sering terdengar kalimat-kalimat berikut :
  • Murah kakaaakk...!!!
  • Boleh tengok abang...!!!
  • Mampir dulu kakaak...!!!
  • Sepuluh ringgit saja abang...!!!
  • Masuk kakaakk...!!!
  • Beli baju abaangg...!!!
Waaaakkkss gw kok kesasar di ITC Cempaka Mas sih inih?!! Ini gw beneran di Saigon kan? Koq si pedagang bisa bahasa Indonesia? Hadeeehhhh bahasa plus bujuk rayu pedagang-pedagangnya gak jauh kek di Mangga Dua....

Setelah diperhatikan dan diingat-ingat ternyata banyak pelancong yang datang dari negeri jiran ke tempat ini. Mereka memborong barang-barang di Ben Thanh Market untuk kemudian dijual lagi di Malaysia. Yah sama seperti kalau turis Malaysia datang ke pasar baru Bandung ngeborong baju buat dijual lagi di negerinya. Dari para pelancong inilah pedagang-pedagang belajar bahasa melayu. Itulah sebabnya kenapa tiba-tiba suasananya mirip di ITC Cempaka Mas atau Mangga Dua.

Yaaahh berhubung niat awalnya cuman liat-liat sambil cari makan malam, kami pun gak terlalu berhasrat untuk membelanjakan dollar yang dibawa. Berhubung tidak tahu berapa patokan harga barang di sini, kami pun hanya melihat-lihat dan sekedar menanyakan harganya saja. Saking bingungnya si Heru tiba-tiba  nyamperin ibu-ibu pake kerudung (kemungkinan pelancong dari negeri jiran) yang lagi pada ngumpul dan menawar barang. Mau ngapain ya si Heru nyamperin itu ibu-ibu? Hmmmm.... ternyata cerdas juga nih orang satu, dia pura-pura lihat-lihat barang sambil nguping si ibu-ibu itu nawar harga berapa. Ngahahahaaa.....

Tak terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul 23.00 dan berhubung perut udah mulai bikin konser paduan suara, mari waktunya mencari makan malam yang sangat malam. Di sekitar Ben Thanh Night Market sebenarnya cukup banyak penjual makanan, termasuk seafood. Namun karena Litha & Heru agak ragu dengan ke-halal-an masakan di sini, kami pun mengurungkan niat mencoba hidangan di sini. Di samping itu kami juga takut harga makanannya ditembak. Soalnya beberapa pedagang gak nyantumin harga di daftar menunya.

Sambil berjalan melangkah menuju hotel, sebenarnya kami mencoba mencari tempat makan fastfood seperti KFC atau McD. Tapi apa boleh buat, di Saigon kita jarang menemukan makanan seperti KFC dan McD. Sampai di hotel, ternyata di depan hotel masih ada resto yang buka. Dan setelah dikonfirmasi mereka juga menyediakan makanan halal. Yaahh oke lah daripada bingung dan si anakonda udah meraung-raung minta makanan mari kita hajar...!!!

Morning Glory a.k.a. KANGKUNG!!!
Berhubung sudah sangat larut nafsu makan pun mulai hilang. Tapi kalau gak makan, bisa-bisa masuk angin dan acara jalan-jalan malah jadi berantakan. Mempertimbangkan berbagai aspek, akhirnya kami hanya memesan nasi putih dan udang saus tiram. Tapi si pelayan menawarkan menu sayuran. Dia bilang "try this, very deliciuous" sambil menunjuk ke salah satu sayuran yang ditumis. Dia menambahkan "this is morning glory, very good taste". Hmmmm makhluk macam apa itu si morning glory. Ya udah deh kita coba. Kali aja morning glory ini sejenis sayuran yang gak ada di Indonesia.

"Krubuk-krubuk" aaahhhh nih anakonda udah gak sabaran banget... Tapi untunglah gak lama kemudian satu per satu menu disajikan. Pertama mangkok plus sumpit nya dulu yang datang, 2 menit kemudian baru si nasi datang. 3 menit berikutnya si udang saus tiramnya keluar. Haduuuhhh ternyata porsinya kecil banget. Cukup gak yah buat bertiga??!! Oh iya masih ada si menu yang bikin penasaran belum keluar. Gak lama datanglah si morning glory. Ternyata sodara-sodari morning glory itu tak lain dan tak bukan adalah "TUMIS KANGKUNG" Aaaaakkk ketipu lagi deh... -_-" Persis kejadian gw di Hong Kong pesen garlic noodle ternyata yang keluar ..... (baca lagi blog sebelumnya yaa...). Berhubung laper ya udah deh mari segera dibersihkan piring-piring makanannya. 

Selesai makan, waktunya kembali ke hotel. Besok pagi-pagi bakalan dijemput tour yang sudah dipesan sebelumnya. Kami pun berjalan gontai sambil meratapi uang yang dikeluarkan sebesar VND 326.000 (sekitar IDR 113.000) untuk satu mangkuk sedang nasi putih, satu porsi kecil udang saus tiram, satu porsi morning glory, dan 3 botol air mineral... -_-"

Capek, lelah, dan harus menyimpan energi untuk keesokan hari maka kami pun segera beristirahat. Ke mana kah tujuan kami besok?? Tunggu di cerita selanjutnya yaa... Si gw ngantuk banget nih, mata udah 5 watt gak kuat buat lanjutin ngetik lagi. Besok-besok diterusin lagi ya ceritanya.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar